Apa Itu Hipospadia?

Hipospadia Penyebabnya

Perlu diketahui bahwa Hipospadia ini merupakan suatu kelainan di mana letak lubang kencing pada bayi laki-laki tidak normal. Pada kondisi yang normal, uretra terletak tepat di ujung penis. Namun pada bayi yang menderita hipospadia, uretra berada di bagian bawah penis. Jika hal ini tidak segera ditangani, maka penderita hipospadia bisa kesulitan ketika kencing atau berhubungan seksual saat dewasa. Lalu bagaimana gejala hipospadia ini? Untuk lebih jelasnya berikut ulasannya.

Gejala-Gejala  Hipospadia
Perlu diketahui bahwa kondisi hipospadia pada setiap penderita bisa berbeda-beda. Dimana, pada sebagian besar kasus, lubang kecil terletak di bagian bawah kepala penis, dan sebagian lain memiliki lubang kencing di bagian bawah batang penis. Bahkan ada posisi lubang kencing berada di area skrotum (buah zakar), namun kondisi ini sangat jarang terjadi. 

Nah, akibat letak lubang kencing yang tidak normal, maka anak penderita hipospadia akan mengalami gejala – gejala seperti di bawah ini :

* Gejala yang pertama adalah percikan urine yang tidak normal ketika buang air kecil.
* Gejala yang kedua adalah kulup hanya menutupi bagian atas kepala penis.
* Gejala yang ketiga adalah bentuk penis melengkung ke bawah.

Kapan Harus Diperiksa Ke Dokter?
Jika anda melihat gejala-gejala di atas pada anak, maka segera periksakan anak anda ke dokter untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut, terutama posisi lubang uretra yang tidak normal. Karena dengan penanganan yang lebih awal akan mencegah bentuk penis menjadi tidak normal di kemudian hari. Selain itu, hipospadia yang tidak ditangani sejak dini bisa membuat anak anda kesulitan buang air kecil dalam posisi berdiri. Dan jika dibiarkan hingga dewasa, maka anak penderita hipospadia ini bisa menyebabkan gangguan ejakulasi, yang akibatnya penderita akan sulit memiliki keturunan. 

Penyebab dan Faktor Risiko Hipospadia
Lalu apa penyebab dan faktor risiko hipospadia? Hipospadia ini terjadi saat perkembangan saluran lubang kencing (uretra) dan kulup penis terganggu, saat di dalam kandungan. Memang penyakit ini belum diketahui secara pasti apa penyebabnya. Namun, ada sejumlah faktor yang diduga bisa meningkatkan risiko seorang anak akan mengalami hipospadia, misalnya karena sang bunda :

- Penyebab hipospadia pertama adalah bunda mengandung pada saat usia 35 tahun ke atas
- Menderita obesitas serta diabetes ketika hamil
- Penyeba hipospadia berikutnya adalah menjalani terapi hormon untuk merangsang kehamilan
- Terpapar asap rokok atau pestisida saat hamil. 
Bukan hanya faktor-faktor di atas, memiliki keluarga yang pernah mengalami hipospadia serta anak yang terlahir secara prematur juga diduga bisa membuat anak mengalami hipospadia. 

Komplikasi Hipospadia
Jika tidak segera ditangani, hipospadia ini dapat menimbulkan masalah berkemih pada anak anda, dan bisa mengganggu aktivitas seksualnya saat dewasa kelak. Selain itu,  anak dengan hipospadia yang tidak ditangani bisa mengalami komplikasi berupa :

- Kesulitan belajar berkemih
- Kelainan bentuk penis
- Gangguan ejakulasi
Kelainan bentuk penis yang tidak normal dan gangguan ejakulai ini akan membuat pendertita hipospadia kesulitan untuk memiliki anak setelah menikah nantinya.

Pencegahan Hipospadia
Perlu diketahui bahwa ibu hamil bisa mengurangi risiko hipospaia pada janin dengan melakukan beberapa hal sederhana berikut ini :

1. Konsumsi suplemen asam folat sesuai anjuran dokter kandungan
2. Hindari merokok serta mengonsumsi minuam beralkohol
3. Pertahankan berat badan yang ideal
4. Rutin ke dokter kandungan guna memeriksakan kehamilan

Semoga bermanfaat !

Apa Itu Hipospadia? Apa Itu Hipospadia? Reviewed by Erna Wati on March 28, 2020 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.