Mindset Rendah Pengaruhi Kemiskinan di Kota Banjar

Mengatasi Kemiskinan

Setiap kota di Indonesia, tentu menginginkan warga sekitar yang terus produktif sehingga dapat membantu perkembangan wilayahnya. Namun dalam catatan Dinas Sosial P3A Banjar, sebanyak 14.231 rumah tangga miskin terdapat di Banjar. Padahal sebagian besar dalam keluarga miskin tersebut, terdapat anggota keluarga dengan usia produktif. Lantas Apa yang menyebabkan kemiskinan di kota Banjar ?

Pola Pikir Pengaruhi Kemiskinan di Banjar
Pada umumnya, dalam usia produktif hendaknya seseorang tersebut terus berusaha untuk menghidupi keluarga atau dirinya sendiri. Namun nyatanya dari catatan Dinas Sosial, kepala keluarga yang masih berusia produktif pun masih tidak bisa lepas dari belenggu kemiskinan. Salah satu faktor, yang membuatnya sulit untuk lepas dari kemiskinan adalah pola pikir. 

Pola pikir atau mindset yang rendah dalam kemauan berusaha, atau hanya mengandalkan uluran bantuanlah yang menjadi penyebabnya. Dinas Sosial P3A Banjar pun memperkirakan, banyaknya warga usia produktif miskin ini dikarenakan bantuan kebijakan Pemkot Banjar terhadap lansia hanya sedikit. 

Bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Kota Banjar ini, kebanyakan lebih banyak diberikan kepada warga dengan kategori usia produktif. Dengan kondisi seperti itu, maka pihak dinas pun sangat menyayangkan. Para warga yang masih di usia produktif pun, hanya bergantung pada bantuan pemerintah saja. Sehingga menurunkan keinginannya untuk berusaha lebih, untuk memenuhi kebutuhan diri dan keluarga. 

Selama pola pikir ini masih terus digenggam, sudah pasti pemerintah pun akan susah untuk memberantas kemiskinan. Warga usia produktif yang terbelenggu kemiskinan tetap ada karena mindset yang rendah, atau mentalitas yang kurang baik. Ada juga beberapa diantara mereka belum siap kerja, dan tidak memiliki kemampuan yang mumpuni. Dengan kenyataan itupun, akan sulit untuk merubah pola pikir mereka. 

Pemerintah Upayakan Program Pengentasan Kemiskinan
Menurut harapanrakyat.com, Pemkot Banjar pun telah berusaha memberantas kemiskinan di Banjar. Pemkot Banjar telah mengeluarkan beberapa program pengentasan kemiskinan, dengan dorongan dan fasilitas berlimpah. Salah satu program yang dibentuk oleh Pemkot Banjar adalah, Kelompok Usaha Bersama atau KUBE. 

Pemerintah Banjar pun telah memberikan bantuan stimulan, baik melalui program pemberian bantuan beras daerah, juga program nasional melalui bantuan BPNT dan PKH. Seluruh program telah dibentuk, serta diberlakukan oleh pemerintah Banjar demi memberantasa kemiskinan di wilayah mereka. 

Pemkot Banjar berharap, dengan banyaknya bantuan yang diberikan maka warga miskin yang masih produktif bisa memanfaatkannya. Dengan bantuan ini pemerintah pun berharap untuk menginkatkan usaha, sehingga mampu menaikkan level dan derajat ekonominya. Dengan begitu, angka kemiskinan di Kota Banjar pun akan menurun dengan sendirinya. 

Paket Pelatihan Kerja
Dari program yang telah disiapkan oleh pemerintah, Dinas Tenaga Kerja Kota pun telah mengeluarkan berbagai paket pelatihan kerja pada tahun 2019. Paket tenaga kerja ini telah sampai pada warga usia produktif, sesuai dengan misinya yaitu Peningkatan Sumber Daya Manusia serta meningkatkan laju pertumbuhan  ekonomi Banjar. 

Dari 60 paket pelatihan kerja, diberikan bagi 1000 peserta. Hingga saat ini telah terealisasi pada angka 800 peserta, dengan rentan usianya sekitar 20 hingga 25 tahun. Rata-rata peserta yang menigkuti paket pelatihan ini adalah, mereka yang 2 hingga 3 ahun telah putus sekolah tingkat SMA atau SMK. 

Pihak Dinas memberdayakan para peserta, hingga mereka memiliki sertifikas sesuai dengan kompetensi pelatihan pilihannya. Pelatihan kerja yang diberikan yakni menjahit, las listrik, tata rias, otomotif, pertukangan, hingga pengolahan hasil pertanian. Pemberian pelatihan ini pun, juga bagian utuk penanggulangan pengangguran. 

Tentu dengan adanya program serta paket ini, warga usia produktif di Kota Banjar dapat keluar dari kemiskinan. Tentu saja tidak bisa sangat menggantungkan pelatihan ini, seluruh kesuksesan kembali lagi pada usaha dan keinginan dari setiap individunya. Apabila keinginan disertai dengan usaha yang tinggi, maka belenggu kemiskinan itu akan memudar secara perlahan. 

Kemiskinan memang masih menjadi permasalahan di Indonesia, salah satunya pun berada di Banjar. Untuk memberantas kemiskinan di wilayah Banjar, maka pemerintah pun selalu memberikan program maupun paket pelatihan. Namun tentunya warga pun harus mengembangkan pola pikirnya, dengan mau berusaha dan bergerak untuk menggapai pintu keluar dari kemiskinan. 
Mindset Rendah Pengaruhi Kemiskinan di Kota Banjar Mindset Rendah Pengaruhi Kemiskinan di Kota Banjar Reviewed by Erna Wati on November 27, 2019 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.